Sukai dan senangi mata pelajaran pasti bahagia

Ku lihat dari raut muka – wajahmu berbahagia, ayah suka pada semua ekspresimu secara keseluruhan. Lahir batin ayah bersyukur pada illahi rabbi, Alhamdulillah. Semakin lama akan semakin dapat kau temukan bagaimana cara mendapatkan ilmu, segala ilmu yang ada di mayapada ini.

“Nak, sekarang sudah liburkan”, tanyaku pada putriku yang baru semalam dijemput istirahat liburan sekolah dan mondok, di Pesantren Daarul Rahman Islamic Boarding School. “Yaa, bi” jawabnya dengan terlihat gembira, menikmati bersama keluarga, telah hampir 6 bulan tidak menginjakan kakinya di rumah tinggal kami.

 

Berbahagia itu rasa syukur

Pandemi Covid-19, melanda dunia sejak trending akhir tahun 2019. Diawali dengan terdeteksinya di Kota Wuhan China. Sungguh perkembangan suasana dunia yang heboh luar biasa.

Kehebohan yang harus dinikmati sebagai anugerah dari Yang Maha Kuasa. Bagaimana bukan anugerah, la wong semua level terpengaruh dengan adanya pandemi tersebut, segala lapisan masyarakat ikut bergerak menikmati, menjalani, merasakan, dan berjuang bersama-sama untuk mengenali apa itu corona virus deases 2019 awal merabak ke alam dunia sebagai wabah atau dalam bahasa jawa pagebluk. Atau musibah yang dirasakan seluruh umat manusia dari segala strata atau tingkatan lapisan masyarakat.

Pertama – tama ini tugas baru bagi para pemimpin dunia, baik raja, presiden, perdana menteri sampai pimpinan PBB Perserikatan Bangsa Bangsa harusa turun tangan. Sejaka akhir 2019 hingga sekarang Agustus 2021 hampir dua tahun berjalan.

Coba kita perhatikan dampak yang dipengaruhi utamanya dalah kesehatan umat manusia. Dari kesehatan raga sampai kesehatan jiwa hingga kehilangan jiwa. Segala upaya pemerintah dari pusat hingga tingkat terendah, di Indonesia disebut RT atau Rukun Tetangga harus berjibaku ikut mencegah penular virus covid-19 ini.

Usaha maksimal sudah ditempuh mulai dari pengobatan yang tertular, karena covid-19 sangatalah masip dalam penularan di masyarakat, hanya melalui drop plet atau percikan ludah saat bicara, sehingga ditetapkan semua harus pakai masker penutup hidung dan mulut.da seterusnya.

Tentunya manusia beriman harus tetap bersyukur dengan segala bentuk ujian lahir batin yang berupa pandemi covid-19 ini. Karena salah satu imun penolaknya harus bahagia masih diberi ujian. Karena ujian kita bisa belajar mengenali keadaan lahir batin ini dekat atau tidak pada Sang Maha Pencipta, Alhamdulillah.

Pancasila Sakti

1 Oktober 1965 peristiwa yang mengawali sebutan Pancasila Sakti.

Lambang negara – Garuda

Ingat dan harus tetap ingat adanya peristiwa pemberontakan G 30 S / PKI, yaitu Gerakan yang terjadi pada tanggal 30 September 1968 oleh sekelompok orang dari Partai Komunis Indonesia. PKI memang sempat mempengaruhi beberapa petinggi tentara di Indonesia.

Peristiwa itu sampai saat ini bisa dibuktikan dengan adanya Monumen Pancasila Sakti, yang terletak di Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Kota Adminstrasi Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Tempat ini bisa dipakai sarana pendidikan bagi generasi muda Indonesia, dengan situs aktual sebagai saksi bisu peristiwa G 30 S / PKI pada tahun 1968 tersebut.

Garuda lambang negara, sejak dahulu Pancasila terlambang di dadanya. Tameng Pancasila. Semoga Indonesia tetap jaya lagi berkah.

Sudah 9 Tahun ku bergabung dengan WordPress

Memulai itu mudah, mengawali itu perlu tekad kuat juga nekat.

Perhatian yang baik – sangat berharga

Sesungguhnya semua itu bergerak, pasti ada nilai-nilai positif didapatkan oleh setiap benda lainnya. Sudah lama berinteraksi bersama wordpress berselancar untuk menghibur diri dalam setiap tulisan-tulisan yang ingin di tuangkan.

9 Tahun, sembilan tahun yang pantas kusampaikan terima kasih telah bersama dan berbagi segala kebaikan-kebaikan, Dalam menuangkan apapun yang dalam tulisan itu perlu keahlian yang disadari bahkan yang bernialai tinggi sudah tidak perlu menunggu mood.

Terima kasih dengan ini menambah motivasi untuk terus berkarya, dalam tulis menulis.

Pilkada 2020 Jadi Pembicaraan

Pilkada 2020 Jadi Pembicaraan

Rabu, 9 Desember 2020, telah dituju oleh Bangsa ini sebagai Hari H pelaksanaan pemilu kepala daerah sebanyak 270 daerah terdiri dari Provinsi, Kota dam Kabupaten Se-Indonesia.

Kemarin, Senin, 21 September 2020, telah diadakan rapat pleno di Gedung DPR/MPR Republik Indonesia, antara Komisi 2 DPR RI – Pemerintah (Kemendagri) – KPU – BAWASLU dan DKPP, merevisi PKPU tentang pelaksanaan pemilu di masa pandemi corona virus covid-19, tetap akan dilaksanakan pada Rabu, 9 Desember 2020, dengan pelaksanaan protokol kesehatan maksimal.

Beberapa hari sebelumnya, ada masukkan dari pengurus organisasi massa terbesar yaitu PBNU dari Nahdlatul Ulama dan PP Muhammadiyah, tentang himbauan adanya penundaan pelaksanaan pemilu yang direncakan Rabu, 9 Desember 2020.

Ditunda sampai dengan masa pandemi berakhir, dengan pertimbangan semakin meningkatnya rakyat yang terindikasi positif terkena Covid-19. Hal ini berdasarkan data-data yang disampaikan pemerintah beberapa minggu akhir ini cenderung meningkat, terlihat data dari Provinsi DKI Jakarta, Jawa Timur., Jawa Tengah dan lainnya.

Keprihatinan tersebut juga membuat para ahli kesehatan, kemasyarakat juga memeberikan pendapatnya untuk menunda pemilu, agar tidak timbul kluster baru pandemi corona virus covid-19 di Indonesia.

Semoga tetap aman meskipun, tetap dilaksanakan oleh yang berwajib pada jadwal tersebut. Indonesia Sehat, Indonesia Aman, Indonesia Jaya.

Gandaria, 22 September 2020

Bang HDS

Sehat Berbahagia

Suatu pagi yang cerah sinar mentari menyinari jagat raya ini. Suatu kewajiban dari-Nya untuk keseimbangan alam semesta raya. Kehidupan yang penuh kebahagiaan lahir batin bagi semuanya.

Kebahagiaan itu mudah didapatkannya jika bisa senyum tulus dari dalam hati pastilah bahagia didapatkan. Sungguh bahagia itu sederhana.

Sesederhana kita bisa menikmati makanan yang diberikan oleh Sang Empunya. Rasa lapar itu normal bagi mahluk-Nya, manusia lapar tetap lah harus berusaha untuk dapatkan makanan yang siap untuk kita nikmati sebagai pemenuhan kebutuhan akan energy bagi kehidupan yang sedang kita jalani.

Semisal adalah kita dapat umbi-umbian, bisa ketela pohon, kentang, bisa wortel dan lain sebagainya. Semua perlu usaha untuk menanam, memelihara, memetik saat sudah cukup untuk kita panen. Selanjutnya pembersihan untuk siap kita olah jadi masakan sesuai yang kita inginkan.

Proses pengolahan bahan tersebut pun membutuhkan peralatan dan bumbu-bumbu yang dibutuhkan untuk penyedap dan pemenuhan zat-zat alami yang dibutuhkan tubuh kita. Dalam pembuatan makanan jadipun kita memerlukan ilmu dan kesabaran dalam menjalaninya.

Setelah jadi makanan siap saji, kita pun membutuhkan seni saji yang menbangkitkan selera makan setiap insan. Dengan tampilan yang menarik membagkitkan selera makan. Yang lebih penting adalah jiwa bahagia yang sederhana dari diri sendirilah yang menjadikan makanan yang sejak diolah sampai disajikan menjadi makanan yang berarti dan penuh manfaat untuk kesehatan jiwa raga sang penikmat.

Dengan semangat untuk tetap sehat setelah makanan yang sehat ternikmati, olag raga pun sangat kita perlukan untuk bisa senyum sehat bahagia. Senyum sebagai salah satu relaksasi diri seseorang untuk kesehatan jiwa dan raganya, itupun memerlukan latihan yang teratur dan sungguh-sungguh.

Jaya sehat lah Indonesia

Bersatu lah Indonesia negeriku tercinta, dalam perkembangan dunia international saat ini bersamaan dengan adanya pandemi corona covid19. Pada saat terjadinya wabah covid19 semua unsur masyarakat dunia kena dampaknya, baik itu negara besar, sedang atau kecil.

Pandemi ini menyerang kesehatan manusia melalui mulut, hidung atau mata yang berair. Corona Virus Deases 19, yaitu terjadinya pandemi pertam di Wuhan China pada Desember 2019 diakui WHO dengan disingkat Covid19.

Sejak pertengahan Maret 2020, di Indonesia mulai adanya penanganan serius tentang pandemi corona virus covid19 dengan penerapan social dan fisical distancing dimasyarakat yang sudah terdeteksi positif terkena covid19.

Ramadhan Berkah

Ramadhan berkah, di masa semua umat manusia memperhatikan alam sekitar dan merubah semua perilaku akaibat pandemi virus corona biasa Covid-19. Semua alam raya melakukan puasa, berintropeksi diri dan merubah semua perilaku sehari-hari.

Sebagai umat beriman pasti menyadari semua itu sudah takdir atau ketentuan dari yang Maha Menentukan segala kejadian di alam raya ini. Ya ya semua harus menyadari alam perlu perhatian khusus atau alam memerlukan keseimbangan sehingga perubahan akibat pandemi virus corona atau Covid-19 sampai saat ini 8 Mei 2020, masih terus terjadi. Hal-hal yang mengembirakan adalah ozon menjadi semakin baik tebal membiru, disebabkan moda transportasi yang dikurang masa operasionalnya bahkan ada yang harus berhenti untuk membatasi penyebaran Covid-19 dari daerah terpapar ke daerah yang masih aman. Selain itu perindustrian yang mengurangi proses produksinya demi membatasi penyebaran corona kepada karyawannya, itu juga mengurang polusi udara yang selama ini sudah sangat merugikan alam semesta khususnya bumi, ozon yang berkurang karena polusi udara.

Apa ya virus covid-19 itu? OOO jadi dirimu belum tahu kah apa virus korona itu?

Bahagia – sampai Bahagia

Bahagia – Yaa Bahagia. Jadi pemicu perenungan. Trigger hidup sesorang itu pasti ada dan diperlukan, hampir wajib kecuali bagi yang sejak sebelum lahir ada itu bahagia. Ada bahagia seseorang itu melalui beberapa cara yang manusia itu mendapatkan nya, ada bawaan sejak lahir, ada yang berproses alami dan ada yang mendapatkan kebahagiaan itu dengan pemicu.

Kebahagiaan atau kegembiraan adalah suatu keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kecukupan hingga kesenangan, cinta, kepuasan, kenikmatan, atau kegembiraan yang intens.[1] Berbagai pendekatan filsafatagamapsikologi, dan biologi telah dilakukan untuk mendefinisikan kebahagiaan dan menentukan sumbernya. ( id.wikipedia.org )

Bahagia itu sederhana, sesederhana bisanya menikmati nikmat bahagia itu sendiri. ternyata menurut para ahli kebahagiaan atau kegembiraan itu sama. Berkaitan dengan rohani atau perasaan. Sebagai manusia awam, bahagia itu sederhana puas akan hal-hal yang telah diharapkan dan saat ini bisa dicapai serta dinikmati. ya terimalah semua itu sebagai karunia-Nya yang patut kita sadari dan syukuri.

Tentu semua dari ukuran-ukuran dari masing-masing manusia dalam menetapkan cita-cita awal, hingga proses dan akhir pencapaian dilandasi iman serta amal soleh. inilah bahagia hakiki.

Pasang cita-cita setinggi – tingginya, bila perlu setinggi langit. Jalani proses terus untuk mencapainya. Semua itu akan lebih mudah selalu husnudzon – bahagia selalu. Bahagia diri dan lingkungan saat ini tuntuk mencapai bahagia abadi.

Dwi S

Cinta Ada Bahagia

Sungguh cinta ada dalam peleburan jiwa raga manusia bersama alam semesta raya. Asyiknya rasa bahagia itu diawali dengan ilmu pengetahuan juga wawasan manusia terbuka dalam pengenalan diri juga Sang Penciptanya.

Manusia dalam pertumbuhannya sejak dalam impian orang tuanya, yang kadang tak terlintas dalam benak mereka. Sungguh manusia itu beruntung semua disediakan Sang Khalik untuk kebahagiaannya, meskipun tidak selalu segera didapatkan.

Kanjeng Nabi Adam AS sangat tercukupi segala kebutuhannya saat di Surga, dengan adanya kesepian Allah SWT memberikan pasangan hidup Ibunda Siti Hawa, terbentuklah cinta kasih yang utuh. Namun kebahagiaan tersebut menjadikan syetan iri dan dengki, dibuatlah tipu muslihat terhadap mereka berdua.

Dalam cinta ada bahagia, itulah salah satu yang menyebabkan syetan itu iri dan dengki. Karena orang yang merasakan bahagia itu selalu bersyukur ingat akan diri dan semua itu merupakan karunia Sang Kholik. Bahagia Kanjeng Nabi Adam AS itu karena karunia akan ilmu pengetahuan yang melebihi dari semua mahluk Illahi. Sungguh bahagia itu penuh dengan power full, selamat berbahagia.

Haji Dwi